Text
ANALISIS SEMIOTIKA SIMBOL BUDAYA JAWA PADA FILM HOROR KISAH TANAH: POCONG GUNDUL KARYA SUTRADARA AWI SURYADI
Film horor Indonesia kerap menggunakan simbol-simbol budaya lokal sebagai elemen narasi, termasuk budaya Jawa yang memiliki nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Namun cara penggambaran tersebut tidak selalu mencerminkan realitas makna yang terkandung dalam simbol-simbol budaya itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi simbol-simbol budaya Jawa dalam film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul karya sutradara Awi Suryadi serta menganalisis realitas maknanya menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi scene film. Hasil penelitian menemukan lima simbol budaya Jawa dalam film ini, yaitu Keris, Rontal (Sarono), Blangkon, Sesajen, dan Besek. Empat dari lima simbol tersebut mengalami distorsi makna yang signifikan, di mana simbol-simbol yang didalam budaya Jawa memiliki nilai luhur dan spiritual yang sakral direpresentasikan sebagai instrumen dari ilmu hitam yang negatif. Satu-satunya simbol yang tidak mengalami distorsi adalah Besek, yang hadir sesuai fungsi aslinya sebagai wadah makanan yang mencerminkan kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tersebut memanfaatkan simbol budaya Jawa secara selektif untuk kepentingan narasi horor, sehingga berpotensi melanggengkan stigma negatif terhadap warisan budaya Jawa di kalangan penonton yang tidak memiliki pengetahuan budaya yang memadai.
No other version available