Text
Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai Variabel Intervening Divisi Jaringan Distribusi Pada PT. PLN (Persero) ULP Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh Pelatihan dan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai variabel intervening pada Divisi Jaringan Distribusi PT. PLN (Persero) ULP Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Divisi Jaringan Distribusi yang berjumlah 115 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM), yang didahului dengan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa model penelitian ini memiliki kemampuan prediksi yang tergolong sedang (moderat), dengan nilai RSquare variabel K3 sebesar 0,591 (59,1%) dan variabel Kinerja Karyawan sebesar 0,577 (57,7%), yang berarti kedua variabel tersebut mampu dijelaskan secara cukup baik oleh Pelatihan dan Kompetensi, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan, Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap K3, Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap K3, serta K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Menariknya, pengaruh Pelatihan dan Kompetensi terhadap K3 (koefisien jalur 0,536 dan 0,556) tercatat lebih kuat dibandingkan pengaruh langsungnya terhadap Kinerja Karyawan (koefisien jalur 0,278 dan 0,322), yang diduga berkaitan dengan karakteristik demografi responden yang mayoritas berpendidikan SLTA, sehingga hasil pelatihan lebih cepat terinternalisasi dalam bentuk kepatuhan prosedural K3 dibandingkan peningkatan kinerja yang bersifat lebih kompleks. Selain itu, K3 terbukti memediasi secara signifikan pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan maupun pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelatihan dan kompetensi karyawan yang disinergikan dengan penguatan penerapan K3 merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada PT PLN (Persero) ULP Pekanbaru.
No other version available