Text
strategi coping pada remaja dengan latar belakang broken home di pekanbaru
Masa remaja merupakan periode transisi yang membutuhkan dukungan keluarga dalam perkembangan psikologis. Namun, kondisi broken home dapat menimbulkan tekanan emosional berupa kesedihan, kekecewaan, kemarahan, rasa tidak aman, dan kecemasan kehilangan orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi coping yang digunakan remaja dengan latar belakang broken home dalam menghadapi tekanan dan permasalahan keluarga di Kota Pekanbaru Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian berjumlah lima remaja berusia 18–21 tahun yang berdomisili di Kota Pekanbaru dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi coping yang digunakan subjek didominasi oleh emotion-focused coping, yang meliputi seeking social-emotional support, distancing, self-control, dan positive reappraisal. Dukungan sosial dari teman dekat, keluarga tertentu, maupun pasangan menjadi faktor protektif yang membantu mengurangi beban emosional dan membuat subjek merasa tidak sendiri. Subjek menggunakan menjaga jarak sementara dari konflik, mengendalikan emosi, serta memaknai pengalaman broken home sebagai pelajaran hidup. Namun, sebagian subjek masih cenderung memendam emosi dan menarik diri sehingga berisiko mengalami kelelahan emosional. Pengalaman tersebut pada sebagian subjek turut membentuk kemandirian, ketahanan diri, dan kematangan dalam menghadapi masalah. Rekomendasi yang diberikan adalah agar remaja terbuka mencari dukungan dan mengekspresikan emosi sehat, keluarga memberikan perhatian dan komunikasi yang baik, sekolah serta lingkungan sosial meningkatkan dukungan psikologis, dan penelitian selanjutnya melibatkan partisipan lebih banyak serta mengkaji variabel lain seperti resiliensi, self-compassion, kesejahteraan psikologis, dan dukungan sosial.
No other version available