ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tinjauan Penerapan Restorative Justice Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Pelalawan.
Bookmark Share

Text

Tinjauan Penerapan Restorative Justice Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Pelalawan.

HAEKAL JETYNDA PUTRA - Personal Name; Endang Suparta - Personal Name;

Restorative justice merupakan salah satu bentuk penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan yang mengedepankan musyawarah antara pelaku, korban, dan masyarakat, sebagai alternatif dari penerapan sanksi pidana yang sifatnya ultimum remedium. Mekanisme ini relevan diterapkan pada tindak pidana penganiayaan ringan yang kerap terjadi di lingkungan keluarga atau tetangga akibat kesalahpahaman semata. Kejaksaan Negeri Pelalawan sebenarnya telah memiliki dasar hukum untuk menerapkan restorative justice melalui Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, tetapi pelaksanaannya di lapangan belum tentu berjalan sama persis dengan pengaturannya, sehingga hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini merumuskan dua permasalahan pokok, yaitu bagaimana penerapan restorative justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Pelalawan, dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif analitis, dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Pelalawan dengan responden Kasi Pidum Dan Jaksa Penuntut Umum. Data diperoleh melalui wawancara sebagai data primer serta studi kepustakaan sebagai data sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditarik kesimpulan dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice telah diterapkan pada empat perkara penganiayaan di Kejaksaan Negeri Pelalawan sepanjang tahun 2022 hingga 2025, sesuai mekanisme yang diatur baik dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 maupun KUHAP yang baru. Kesediaan korban untuk berdamai menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan penerapannya, didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana serta peran tokoh masyarakat, sedangkan perselisihan mengenai besaran ganti rugi dan penolakan salah satu pihak untuk berdamai masih menjadi kendala yang paling sering dijumpai.


Availability
#
Ilmu Hukum (fakultas Hukum) Hukum347.01 Hae
ETD6767II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum347.01 Hae T
Language
Indonesia
NPM
221010059
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Restorative Justice
Penganiayaan
Kejaksaan Negeri Pelalawan
Other Information
Petugas
Andini Putri
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?