ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Makna Simbolik Tradisi Gunting RambutT Menjelang Pernikahan di Nagari Simarasok Kabupaten Agam Sumatera Barat.
Bookmark Share

Text

Analisis Makna Simbolik Tradisi Gunting RambutT Menjelang Pernikahan di Nagari Simarasok Kabupaten Agam Sumatera Barat.

SHABEL SAVITRY - Personal Name; Al Sukri - Personal Name;

Penelitian ini menganalisis makna simbolik tradisi gunting rambut (mangguntiang abuak anak) menjelang pernikahan di Nagari Simarasok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melalui perspektif semiotika Charles Sanders Peirce. Tradisi ini bagian dari adat Minangkabau yang masih dilestarikan dan berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai moral, sosial, religius, serta filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam kepada tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, lalu diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan sistem tanda yang utuh. Makna utamanya adalah simbol peralihan status dari masa lajang ke kehidupan berumah tangga serta pembersihan diri (buang buruak/buang bala). Setiap alat dan bahan memiliki makna simbolik: padi sakatidiang (kemakmuran dan kerendahan hati), pisang sasikek (kehidupan manis), ketan kuning dan telur rebus (ikatan kuat dan musyawarah), sirih-pinang (kesopanan), duri lunak dan pandan baduri (rintangan dan perlindungan), daun katuik-katuik (ketabahan), bunga sarunai (harapan), rumput saruik simarantiang (pendirian kokoh), serta lilin ambalau (keteguhan). Nasihat orang tua, mamak, dan alim ulama serta penggantungan rambut di tunggak tuo menjadi inti tradisi. Makan bersama memperkuat silaturahmi. Tradisi ini tidak hanya ritual adat, tetapi juga sarana pewarisan nilai budaya Minangkabau yang relevan di tengah modernisasi. Penelitian diharapkan berkontribusi pada pelestarian kearifan lokal. Kata Kunci: Makna simbolik, tradisi gunting rambut, semiotika Peirce, pernikahan adat Minangkabau, Nagari Simarasok.


Availability
#
Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi) Komunikasi 401.43 Sha A
ETD6814II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Komunikasi 401.43 Sha A
Language
Indonesia
NPM
219110264
Publisher
Ilmu Komunikasi : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
makna simbolik
tradisi gunting rambut
semiotika Peirce
pernikahan adat Minangkabau
Nagari Simarasok
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?