Text
Fenomena Mahasiswa Pekanbaru Curhat dengan ChatGPT
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman yang dirasakan oleh mahasiswa dalam melakukan curhat dengan ChatGPT. Di era digital saat ini telah terjadi perubahan pola komunikasi dimana manusia saat ini tidak lagi hanya berkomunikasi dengan manusia satu sama lainnya, tapi telah beralih berkomunikasi dengan robot yang kita sebut Artificial Intelligence. Diantara banyaknya AI yang bertebaran di sekitar manusia, ChatGPT menjadi AI dengan penggunaan paling banyak terutama di kalangan mahasiswa. Penggunaan AI sendiri sebenarnya masih berisifat kontroversial, karna dinilai memberikan jawaban yang tidak masuk akal dan di beberapa tempat pengunaanaan ChatGPT telah menjadi sebuah kasus ChatGPT yang dikatakan menjadi motif bagi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan kriminal hingga proses bunuh diri. Peneliti menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz dimana teori ini membantu peneliti dalam memahami makna bagi mahasiswa yang merasakan fenomena ini secara langsung melalui because motive dan in order to motive. Teknik pengumpulan informan menggunakan teknik snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah 7 mahasiswa yang berasal dari 5 kampus terbaik di kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa hal yang menjadi motif sebab mahasiswa melakukan curhat dengan ChatGPT adalah yakni adanya anonimitas, pengalaman yang dialami oleh individu itu sendiri, tempat dimana mahasiswa tidak merasa dihakimi, privasi yang dirasa aman, dan terpenuhinya ekspetasi yang diharapkan oleh mahasiswa yang melakukan curhat dengan ChatGPT. Motif tujuan yakni adanya solusi diberikan oleh ChatGPT yang diharapkan dapat menjadi penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh informan tersebut, kemudian hal tersebut bersifat personal dan privasi, perasaan yang ingin di validasi serta tidak mau dihakimi.
No other version available