Text
Subordinasi Ganda: Kebungkaman dan Resistensi Komunikasi Narapidana Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kebungkaman komunikasi, menganalisis pengalaman psikososial yang berkaitan dengannya, serta mengeksplorasi strategi resistensi pada narapidana perempuan penyintas kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Muted Group Theory, penelitian dilakukan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terhadap tiga orang informan melalui kuesioner penyaringan, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebungkaman berkaitan dengan faktor internal seperti perasaan malu, linguistic gap, dan devaluasi suara sendiri, serta faktor eksternal seperti ejekan, kontrol otoritas, dan hambatan struktural institusi. Kebungkaman juga muncul bersamaan dengan kesulitan psikososial, termasuk laporan informan mengenai agresi fisik dan penggunaan zat sebagai mekanisme koping. Strategi resistensi dikembangkan melalui katarsis simbolik dan transformasi identitas sebagai bentuk agensi komunikatif. Kesimpulannya, kebungkaman narapidana merupakan fenomena sistemik akibat subordinasi ganda, namun mereka tetap memiliki agensi untuk menegosiasikan traumanya. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada perluasan MGT dalam institusi pemasyarakatan serta merekomendasikan penyediaan ruang komunikasi yang menjamin privasi untuk mendukung pemulihan trauma narapidana.
No other version available