Text
DIGITAL DIVIDE PADA PENERAPAN SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH (OSS RBA) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN KARIMUN (Studi Perizinan Usaha Mikro Kecamatan Selat Gelam)
Penelitian ini menganalisis fenomena kesenjangan digital (digital divide) pada penerapan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun, dengan fokus studi pada pelayanan perizinan usaha mikro di Kecamatan Selat Gelam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori empat tahapan akses digital milik Jan A.G.M. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan digital di kalangan pelaku usaha mikro di Kecamatan Selat Gelam masih sangat tinggi, tecermin ke dalam empat indikator utama. Pertama, Motivation Access, di mana kesadaran pelaku usaha untuk mengurus legalitas usaha secara mandiri masih sangat rendah dan cenderung reaktif. Kedua, Physical and Material Access, berupa keterbatasan kepemilikan gawai yang memadai serta buruknya infrastruktur jaringan internet, terutama area blank spot di Desa Tulang. Ketiga, Skills Access, yaitu minimnya kecakapan literasi digital dan kemampuan operasional prosedural dari pelaku usaha. Keempat, Usage Access, dicirikan oleh kondisi zero trial di mana mayoritas pelaku usaha belum pernah mengakses situs web perizinan secara mandiri dan sepenuhnya bergantung pada program pendampingan dinas terkait. Oleh karena itu, diperlukan pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan perluasan program edukasi digital secara masif agar penerapan sistem e-government ini dapat berjalan optimal.
No other version available