Text
Self Disclosure Curhat ChatGPT tentang Masalah Keluarga pada Masyarakat di Pekanbaru
Perkembangan kecerdasan buatan menjadikan ChatGPT tidak hanya digunakan sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai media curhat digital untuk mengungkapkan permasalahan pribadi, termasuk masalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana self-disclosure masyarakat Pekanbaru ketika menggunakan ChatGPT sebagai media curhat digital mengenai masalah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi percakapan terhadap lima informan. Analisis penelitian menggunakan teori Self Disclosure dari DeVito, konsep Johari Window pada dimensi Open Area, serta didukung perspektif Human-Machine Communication (HMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengungkapkan permasalahan berupa perbedaan harapan antar anggota keluarga, kurangnya komunikasi, tekanan ekonomi, ketidaksiapan menjalani peran dalam keluarga, dan rendahnya kemampuan adaptasi terhadap perubahan. Proses self- disclosure berlangsung secara bertahap hingga informan mengungkapkan masalah yang lebih personal. ChatGPT dipersepsikan sebagai media yang aman, mudah diakses, tidak menghakimi, dan mampu memberikan dukungan emosional.
No other version available