Text
PERDEBATAN (PRO DAN KONTRA) KASUS GHIBLI STYLE ANIMASI PRODUKSI KREATIVITAS KONTEN DALAM DUPLIKASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi masyarakat pada video yang membahas terkait penggunaan AI Ghibli dalam perdebatan pro dan kontra terhadap kemunculan gambar bergaya Ghibli yang di hasilkan oleh Artificial Intelligence ChatGPT pada kolom komentar Tiktok. Tren Ghibli style yang di hasilkan oleh AI menjadi viral pada awal tahun 2025 yang memicu perdebatan luas di masyarakat, sebagian mendukung dan sebagian menolaknya. Penelitian ini menggunakan teori Representasi konstruksionis yang di kembangkan oleh Stuart Hall dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif Krippendorff melalui enam tahapan yaitu, Unitizing, sampling, recording/coding, Reducing, Inferring, dan narrating. Data penelitian berupa 24 komentar yang berada pada 4 video Tiktok yang membahas mengenai penggunaan AI untuk menghasilkan gambar bergaya Ghibli dengan jumlah minimal penayangan 1 juta. Komentar di kategorikan kedalam dua kategori yaitu mendukung dan tidak mendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa representasi masyarakat tidak bersifat tunggal melainkan terbagi menjadi dua konstruksi makna yang saling berlawanan. Konstruksi makna mendukung dibangun melalui argumen berbasis hukum, teknis, historis, dan efisensi, mereka merepresentasikan gambar bergaya Ghibli yang dihasilkan oleh AI ChatGPT merupakan sebuah inovasi yang sah dan wajar. Konstruksi makna tidak mendukung dibangun melalui argumen berbasis etika, empati terhadap seniman, filosofi seni, dan dampak jangka Panjang, mereka merepresentasikan gambar bergaya Ghibli yang di hasilkan oleh AI ChatGPT sebagai ancaman terhadap nilai kreativitas dan keadilan.
No other version available