Text
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG PADA PERKUATAN BRONJONG AKIBAT BEBAN KENDARAAN DI LUBUK AMBACANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Lereng di kawasan Lubuk Ambacang, Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya pada ruas jalan tebing sungai, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kelongsoran akibat erosi air sungai dan beban lalu lintas kendaraan yang bekerja secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kestabilan lereng serta menganalisis nilai faktor keamanan (Safety Factor/SF) dan penurunan tanah (consolidation settlement) pada kondisi lereng eksisting (tanpa perkuatan) dibandingkan dengan lereng setelah diberi perkuatan dinding penahan tanah tipe bronjong (gabion). Analisis dilakukan secara manual menggunakan Metode Morgenstern-Price serta analisis berbasis Metode Elemen Hingga (MEH) dengan bantuan perangkat lunak Plaxis 2D. Parameter tanah yang digunakan diperoleh dari pengujian laboratorium dan pengujian lapangan (Cone Penetration Test/CPT) dengan pemodelan tanah menggunakan kriteria Mohr-Coulomb. Beban lalu lintas kendaraan diperhitungkan sebesar 10 kN/m² sesuai dengan ketentuan standar yang berlaku. Hasil analisis manual dengan Metode Morgenstern-Price pada kondisi eksisting menghasilkan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 0,496 (SF < 1,5), yang menunjukkan lereng dalam kondisi kritis/tidak aman. Hasil simulasi Metode Elemen Hingga menggunakan Plaxis 2D pada lereng eksisting tanpa perkuatan memberikan nilai SF sebesar 0,750 dengan penurunan tanah akibat konsolidasi sebesar 0,9635 m. Hal ini menunjukan bahwa lereng dalam kondisi kritis. Pada kondisi setelah perkuatan didapatkan hasil SF sebesar 1,646 serta penurunan tanah 0,103 m. Dengan ini lereng dinyatakan aman karena melebihi dari nilai faktor keamanan dinding penahan tanah 1,5 menurut SNI 8460:2017.
No other version available