Text
ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA JARINGAN DISTRIBUSI PDAM TIRTA INDRA DI KECAMATAN RENGAT
Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia secara memadai dari aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Dalam penyelenggaraan pelayanan air minum, salah satu permasalahan yang masih dihadapi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah tingginya tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) yang dapat menurunkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Berdasarkan data operasional PDAM Tirta Indra tahun 2025, tingkat kehilangan air pada sistem distribusi di Kecamatan Rengat mencapai 26,3%, sehingga menunjukkan bahwa kehilangan air masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, evaluasi kondisi hidrolik jaringan distribusi yang meliputi tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi (headloss) diperlukan untuk mengetahui kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan air pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih, menghitung tingkat kehilangan air, serta mengevaluasi kinerja hidrolik jaringan distribusi PDAM Tirta Indra di Kecamatan Rengat menggunakan EPANET 2.2. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis kebutuhan air berdasarkan data pelanggan, perhitungan kehilangan air menggunakan data produksi, distribusi, dan penjualan air tahun 2025, serta simulasi hidrolik jaringan distribusi menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2. Parameter hidrolik yang dianalisis meliputi tekanan (pressure), kecepatan aliran (velocity), dan kehilangan energi (headloss). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih meningkat dari 50,62 L/detik pada tahun 2026 menjadi 52,55 L/detik pada tahun 2035. Tingkat kehilangan air sebesar 5% pada sistem produksi dan 26% pada sistem distribusi mengindikasikan bahwa permasalahan utama NRW berada pada jaringan distribusi. Hasil simulasi EPANET 2.2 menunjukkan tekanan jaringan sebesar 19,62–26,67 m dan headloss maksimum sebesar 1,32 m/km yang masih memenuhi kriteria, sedangkan kecepatan aliran maksimum sebesar 0,27 m/s belum memenuhi nilai yang direkomendasikan. Meskipun demikian, jaringan distribusi masih mampu melayani kebutuhan air pelanggan dari sisi tekanan. Tingginya kehilangan air menunjukkan bahwa NRW tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi hidrolik jaringan, tetapi juga oleh faktor fisik dan operasional sistem distribusi.
No other version available