Text
PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAHASISWA PERANTAU DI KAMPUS UNIVERSITAS RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antar budaya serta faktor penghambat komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Riau. Komunikasi antar budaya menjadi hal penting dalam lingkungan kampus yang memiliki keberagaman latar belakang daerah, budaya, dan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari enam mahasiswa perantau yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau melibatkan unsur komunikator, komunikan, pesan, media, umpan balik, suasana, dan gangguan. Dalam praktiknya, mahasiswa melakukan berbagai bentuk penyesuaian seperti penggunaan bahasa Indonesia, pemilihan media komunikasi yang tepat, serta penyesuaian sikap dalam berinteraksi. Namun demikian, ditemukan juga berbagai hambatan komunikasi antar budaya yang meliputi faktor fisik, budaya, persepsi, motivasi, pengalaman, emosi, bahasa, nonverbal, dan kompetensi. Hambatan tersebut muncul akibat perbedaan latar belakang budaya, perbedaan cara berkomunikasi, serta kondisi psikologis dan situasional individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Riau berlangsung melalui proses adaptasi yang berkelanjutan. Semakin tinggi kemampuan dan pengalaman individu dalam berinteraksi dengan budaya yang berbeda, maka semakin efektif pula proses komunikasi yang terjalin.
No other version available