Text
Mediatisasi Konflik Israel dan Palestina di Twitter
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mediatisasi konflik Israel dan Palestina terjadi di media sosial Twitter (X) pada periode 7 Oktober 2023 hingga 31 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian diperoleh melalui proses data crawling terhadap tweet berbahasa Inggris yang mengandung kata kunci Israel, Palestine, Gaza, Hamas, dan IDF. Sebanyak 88.114 tweet berhasil dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan aspek medialitas dan vektor komunikasi. Aspek medialitas meliputi aktor yang terlibat, tingkat keterlibatan pengguna (engagement), serta konten yang dominan dalam percakapan. Sementara itu, aspek vektor dianalisis melalui sebaran geografis pengguna, kecenderungan ideologis, dan sentimen yang muncul dalam tweet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediatisasi konflik Israel dan Palestina di Twitter ditandai oleh tingginya partisipasi pengguna dari berbagai negara, dominasi akun-akun pro-Palestina dalam produksi konten, serta tingginya tingkat keterlibatan pengguna melalui likes, retweets, dan replies. Percakapan mengenai konflik ini tidak hanya melibatkan aktor negara seperti pemerintah dan institusi resmi, tetapi juga aktor non-negara seperti jurnalis independen, aktivis, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat umum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Twitter berfungsi sebagai ruang komunikasi global yang memungkinkan penyebaran narasi konflik secara luas dan cepat, sehingga perang tidak hanya berlangsung di medan fisik tetapi juga di ruang digital. Penelitian ini memperkuat konsep mediatisasi yang menjelaskan bahwa media sosial menjadi bagian integral dalam produksi, distribusi, dan legitimasi informasi selama konflik berlangsung.
No other version available