Text
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN QUARTERLIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Mahasiswa akhir berada pada fase transisi menuju dewasa awal yang rentan mengalami quarterlife crisis akibat tuntutan akademik, ketidakpastian karier, serta kekhawatiran terhadap masa depan. Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam menghadapi krisis tersebut adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai tantangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self-efficacy dengan quarterlife crisis pada mahasiswa akhir Universitas Islam Riau. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 3.533 mahasiswa akhir Universitas Islam Riau lalu didapatkan sampel sebanyak 215 mahasiswa akhir menggunakan Teknik Cluster Random Sampling. Alat ukur yang digunakan pada skala self-efficacy adalah General Self Efficacy Scale (GSES) yang diadaptasi oleh Novrianto et al. (2019) memiliki 10 butir aitem dan alat ukur skala quarterlife crisis adalah Quarter Life Crisis Test (QLCT) yang dimodifikasi oleh Agustin (2012) memiliki 25 butir aitem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho diolah menggunakan program software Jamovi 2.6.44, diperoleh koefisien korelasi (r) = 0,093 dan nilai signifikansi (p) 0,172 (p>0,05). Hasil penelitian menyatakan bahwa hipotesis yang diajukan pada penelitian ini ditolak. Temuan ini kami diskusikan lebih lanjut di bagian pembahasan.
No other version available