Text
PENGARUH GAYA HIDUP KONSUMTIF DAN FOMO PADA COMPULSIVE BUYING DI TIKTOK SHOP TERHADAP MAHASISWA/MAHASISWI UNIVERSITAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup konsumtif dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap compulsive buying pada mahasiswa/mahasiswi Universitas Islam Riau pengguna TikTok Shop. Fenomena belanja melalui TikTok Shop semakin berkembang karena platform ini menggabungkan hiburan, promosi, live shopping, rekomendasi kreator, dan kemudahan transaksi dalam satu ekosistem digital. Kondisi tersebut dapat mendorong mahasiswa melakukan pembelian secara cepat, emosional, dan tidak selalu berdasarkan kebutuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 155 mahasiswa yang pernah berbelanja di TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif berpengaruh positif dan signifikan terhadap compulsive buying dengan koefisien jalur sebesar 0,435, nilai t-statistic 10,503, dan p-value < 0,001. FOMO juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap compulsive buying dengan koefisien jalur sebesar 0,618, nilai t-statistic 14,923, dan p-value < 0,001. Secara simultan, gaya hidup konsumtif dan FOMO mampu menjelaskan 77,8% variasi compulsive buying, sedangkan 22,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa FOMO memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan gaya hidup konsumtif dalam mendorong pembelian kompulsif pada mahasiswa pengguna TikTok Shop.
No other version available