Text
PERAN SOSIAL #AURAFARMING TERHADAP PENINGKATAN WISATAWAN PACU JALUR DI KUANTAN SINGINGI, PROVINSI RIAU 2024
Penelitian ini mengkaji peran fenomena media sosial #AuraFarming sebagai instrumen diplomasi budaya digital dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pada Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Fenomena ini bermula dari video viral seorang penari tradisional berusia sebelas tahun, Rayyan Arkan Dikha, yang tampil sebagai Togak Luan di atas perahu jalur pada perhelatan Pacu Jalur 2024, yang kemudian menarik perhatian selebritas dunia, klub sepak bola, dan liputan media internasional pada pertengahan 2025. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi kasus, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari pemberitaan daring nasional dan internasional, rilis resmi pemerintah, serta laporan pariwisata, yang dianalisis melalui analisis isi dan diinterpretasikan dengan kerangka konstruktivisme, soft power diplomacy, dan diplomasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa #AuraFarming efektif menyebarkan narasi budaya Pacu Jalur ke audiens global melalui viralitas organik di TikTok, Instagram, dan YouTube, yang diperkuat oleh keterlibatan aktor non-negara seperti kreator konten lokal, atlet internasional, dan klub sepak bola seperti Paris Saint-Germain dan AC Milan. Fenomena ini memberikan dampak yang terukur jumlah pengunjung Festival Pacu Jalur 2025 mencapai lebih dari 1,6 juta orang, termasuk lonjakan tajam wisatawan mancanegara, peningkatan jumlah tim peserta, serta manfaat ekonomi nyata bagi sektor perhotelan setempat. Pemerintah Provinsi Riau merespons dengan mengangkat Rayyan Arkan Dikha sebagai Duta Pariwisata serta mengupayakan pengakuan UNESCO bagi Pacu Jalur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa #AuraFarming berfungsi sebagai bentuk diplomasi budaya digital yang efektif secara organik namun rapuh secara struktural, fenomena ini merekonstruksi identitas budaya Pacu Jalur bagi audiens global, menghasilkan soft power Kata kunci: diplomasi digital, soft power, media sosial, Pacu Jalur, pariwisata
No other version available