Text
KERJA SAMA UNODC DAN WHO DALAM MENANGANI KASUS JUAL BELI ORGAN MANUSIA ILEGAL DI INDIA
Perdagangan organ manusia ilegal merupakan salah satu bentuk kejahatan transnasional yang mengancam hak asasi manusia, kesehatan global, dan keamanan internasional. India menjadi salah satu negara yang rentan terhadap praktik tersebut akibat kemiskinan, kesenjangan sosial, lemahnya penegakan hukum, serta tingginya permintaan transplantasi organ. Kondisi tersebut mendorong keterlibatan organisasi internasional, khususnya United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan World Health Organization (WHO), dalam mendukung upaya penanggulangan perdagangan organ manusia ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama UNODC dan WHO dalam menangani kasus jual beli organ manusia ilegal di India.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi buku, jurnal ilmiah, laporan resmi, dan dokumen yang relevan. Penelitian ini menggunakan perspektif Liberalisme dan Teori Organisasi Internasional Clive Archer untuk menganalisis peran kedua organisasi tersebut dalam menangani kejahatan transnasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNODC berperan dalam memperkuat kerangka hukum, meningkatkan kapasitas penegak hukum, serta mendorong kerja sama internasional. Sementara itu, WHO berperan dalam penyusunan pedoman etika transplantasi organ, penguatan sistem kesehatan, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kolaborasi kedua organisasi dilakukan melalui koordinasi kebijakan, bantuan teknis, peningkatan kapasitas, serta dukungan terhadap implementasi regulasi di India. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kerja sama tersebut telah berkontribusi dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan perdagangan organ manusia ilegal di India.
No other version available