Text
Analisis Kerja Sama Indonesia-Jepang Dalam Sektor Kebudayaan Melalui Program The Japan Foundation Pada Tahun 2018-2023
Penelitian ini menganalisis implementasi kerja sama Indonesia-Jepang dalam sektor kebudayaan melalui program The Japan Foundation (TJF) selama periode 2018-2023. Sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada tahun 1985, kerja sama budaya antara kedua negara terus berkembang. Namun dalam kajian ini secara khusus menyoroti implementasi program TJF selama periode sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 yang masih terbatas. Sebagai kerangka analisis, penelitian ini menggunakan perspektif liberalisme dan konsep Kerja sama Internasional, diplomasi budaya dan juga soft power. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari dokumen resmi, publikasi lembaga, dan artikel ilmiah, yang diolah melalui studi pustaka dan teknik dokumantasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TJF melaksanakan diplomasi budaya melalui tiga program utama, yaitu Nihongo Partners, Jak-Japan Matsuri, dan Festival Film Jepang, yang berkembang melalui tiga fase. Implementasi kolaborasi ini melibatkan berbagai aktor multi-jalur, mulai dari pemerintah, universitas, sekolah, komunitas budaya, hingga organisasi masyarakat. TJF telah terbukti menjadi instrumen soft power Jepang yang efektif, ditandai dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbesar kedua di dunia. Namun, manfaat yang dihasilkan dari kerja sama ini tidak seimbang, mengingat TJF pada dasarnya dibentuk untuk mendukung kepentingan diplomatik Jepang, sehingga upaya untuk mempromosikan budaya Indonesia di Jepang masih bersifat sekunder dan tidak seimbang.
No other version available