Text
Strategi Koping Dewasa Muda dalam Menghadapi Krisis Quarter-Life: Studi Kualitatif Berbasis Pengalaman Membaca Buku Self-Help.
Fenomena transisi dewasa muda yang biasa di angka 20 sampai 30 tahun, kerap mengalami quarter-life crisis (QLC). Hal bisa berupa kecemasan karir, stres akademik, hingga psychological distress akibat beratnya tuntutan pendewasaan, terlebih di era digital. Untuk menghadapi krisis eksistensial ini, banyak yang secara proaktif mengonsumsi literatur self-help. Adapun literatur psikologi menunjukkan bahwa riset terdahulu mayoritas masih berbasis kuantitatif yang belum sepenuhnya membongkar mekanisme internal individu mengenai bagaimana sebuah teks bacaan berubah menjadi strategi koping. Oleh karena itu, penelitian kualitatif-fenomenologi ini krusial dilakukan untuk membongkar struktur makna dan lived experience (pengalaman hidup) dewasa muda dalam menjadikan buku self-help sebagai strategi koping adaptif guna menata ulang arah hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode fenomenologi berjumlah dua partisipan karena sudah relatif cukup untuk mengulik esensi buku sebagai strategi koping bagi dewasa muda yang menghadapi QLC. Pendekatan Moustakas dari Creswell (2013) menjadi landasan teknik analisis data. Buku self-help dapat memberikan integrasi kognitif dalam pemecahan masalah dan dapat meningkatkan kemampuan manajemen emosi yang muncul karena stressor dalam menghadapi krisis, serta juga dapat meningkatkan kontrol diri, dan membantu partisipan mencapai stabilitas emosional di tengah guncangan krisis.
No other version available