Text
Fenomena Self-Diagnose di Kalangan Ibu-Ibu Muda melalui Media Sosial di Kota Pekanbaru
Abstrak Fenomena Self-Diagnose di Kalangan Ibu-Ibu Muda Melalui Media Sosial di Kota Pekanbaru Nur Aulia Putri 209110258 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk self-diagnose, faktor pendorong, serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan kesehatan pada ibu muda di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz melalui dua dimensi motif, yaitu because of motive dan in order to motive. Subjek penelitian adalah 8 (delapan) orang ibu muda di Kota Pekanbaru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk utama self-diagnose, yaitu pencocokan gejala secara mandiri, pengisian kuis psikologi daring, dan diskusi di komunitas sesama ibu. Faktor pendorong utama meliputi kondisi emosional pascamelahirkan yang tidak terpahami, hambatan biaya, stigma sosial, dan kebutuhan akan validasi. Dampak yang ditimbulkan bersifat dua arah, yakni meningkatnya kesadaran diri sebagai dampak positif, serta keterlambatan penanganan dan memburuknya kondisi sebagai dampak negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-diagnose melalui media sosial dapat menjadi pintu masuk kesadaran kesehatan mental, namun harus disertai peningkatan literasi digital dan literasi kesehatan agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi ibu muda dan keluarganya. Kata Kunci: Self-Diagnose, Kesehatan Mental, Ibu Muda, Media Sosial
No other version available