Text
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Penerimaan Diri pada Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Autisme
Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus autisme menghadapi berbagai tantangan psikologis dalam pengasuhan, sehingga penerimaan diri terhadap kondisi anak menjadi aspek yang penting. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan penerimaan diri orang tua adalah dukungan sosial yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus autisme. Penerimaan diri dalam penelitian ini mengacu pada teori Porter, sedangkan dukungan sosial mengacu pada teori Sarafino yang meliputi dukungan emosional, instrumental, informasional, penghargaan, dan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala penerimaan diri dan skala dukungan sosial berbentuk kuesioner model Likert yang disebarkan kepada 107 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus autisme. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena salah satu variabel tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,475 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima orang tua, semakin tinggi pula penerimaan diri mereka terhadap kondisi anak. Dengan demikian, dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan penerimaan diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus autisme.
No other version available