Text
Pengalaman proses pencapaian penerimaan diri anak panti asuhan
Kehidupan di panti asuhan kerap memberikan tekanan psikologis bagi anak yang tumbuh tanpa pengasuhan orang tua utuh, sehingga penerimaan diri (self-acceptance) menjadi fondasi penting dalam proses adaptasi mereka. Penelitian kualitatif fenomenologis ini bertujuan untuk mengungkap dinamika pencapaian penerimaan diri pada anak panti asuhan. Melalui teknik purposive sampling, tiga anak panti asuhan (laki-laki dan perempuan) dilibatkan sebagai informan. Data dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri anak panti asuhan terbentuk melalui pergeseran pemaknaan hidup, meliputi tumbuhnya optimisme diri melalui pendidikan, keberanian merefleksikan trauma masa lalu tanpa rasa malu, serta kemampuan menjalin hubungan interpersonal yang lebih terbuka. Lingkungan panti yang kondusif, empati dari pengasuh, serta dukungan sesama teman sebaya menjadi faktor kunci yang menstimulasi proses tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan diri anak di panti asuhan merupakan proses pertumbuhan mental berkelanjutan yang sangat bergantung pada kualitas dukungan lingkungan sosialnya.
No other version available