ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Yuridis Terhadap Legalitas Pembangunan Tembok Pemisah Oleh Israel di Wilayah Palestina Berdasarkan Advisory Opinion International Court of Justice 2004
Bookmark Share

Text

Analisis Yuridis Terhadap Legalitas Pembangunan Tembok Pemisah Oleh Israel di Wilayah Palestina Berdasarkan Advisory Opinion International Court of Justice 2004

MUHAMMAD RIDHO FASHA - Personal Name; Roni Sahindra - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis legalitas pembangunan tembok pemisah oleh Israel di wilayah Palestina berdasarkan Advisory Opinion International Court of Justice (ICJ) Tahun 2004, serta mengkaji kualifikasi pembangunan tembok tersebut sebagai bentuk aneksasi de facto wilayah Palestina menurut hukum humaniter internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif analitis. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan tembok pemisah oleh Israel tidak sah menurut hukum internasional karena melanggar prinsip kedaulatan wilayah dan larangan penggunaan kekuatan, mengonsolidasikan pemukiman ilegal Israel, serta bertentangan dengan hak menentukan nasib sendiri bangsa Palestina sebagai norma jus cogens yang bersifat erga omnes. Advisory Opinion ICJ 2004 menegaskan bahwa rute tembok tidak proporsional dan menimbulkan pelanggaran kumulatif terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Pembangunan tembok juga memenuhi kualifikasi sebagai aneksasi de facto karena terpenuhinya unsur penguasaan efektif melalui konstruksi permanen berskala besar serta unsur kehendak integrasi permanen yang tercermin dari pola rute yang sistematis, sehingga menciptakan fait accompli yang bersifat permanen. Berdasarkan hasil tersebut, Israel berkewajiban menghentikan pembangunan, membongkar tembok, serta memberikan restitusi dan kompensasi kepada masyarakat Palestina yang dirugikan. Penelitian ini merekomendasikan agar masyarakat internasional, khususnya negara-negara anggota PBB, secara konsisten menerapkan kewajiban non-recognition terhadap situasi ilegal tersebut, serta agar Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan implementasi Advisory Opinion ICJ 2004.


Availability
#
Ilmu Hukum (Fakultas Hukum) Hukum 341.4 Muh A
ETD6999II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 341.4 Muh A
Language
Indonesia
NPM
211010331
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Rau., 2026
Keyword(s)
Hukum Internasional
Tembok Pemisah
Aneksasi De Facto.
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?