Text
SIMBOL INTERAKSI #AIART DALAM KONFLIK AUDIENS AI GENERATIVE ART DI TIKTOK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbol-simbol interaksi membentuk dan memperebutkan makna dalam konflik audiens mengenai AI Generative Art di #AIArt TikTok, serta untuk mengetahui apakah AI Generative Art dapat diterima oleh audiens melalui simbol-simbol interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi Philipp Mayring dan Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer sebagai kerangka analisisnya. Data dikumpulkan melalui observasi digital terhadap 63 komentar dari dua konten TikTok di #AIArt, yaitu dari akun Marcus Dipaola dan Yuvaltheterrible. Hasil analisis menemukan bahwa 84% komentar bersifat menolak AI Generative Art dengan dominasi resonansi sosial pada kelompok yang sama. Melalui tiga premis Blumer, penelitian ini menemukan bahwa simbol-simbol interaksi di #AIArt membentuk dan memperebutkan makna melalui tiga mekanisme berlapis: pertarungan makna atas simbol verbal seperti "seni", "kreativitas", dan "usaha" yang dimaknai berbeda oleh kedua kelompok; konstruksi makna kolektif melalui validasi non-verbal berupa likes; serta negosiasi dan pembalikan makna yang terjadi ketika audiens membalikkan narasi kreator konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI Generative Art belum dapat didukung oleh audiens #AIArt, di mana makna penolakan telah terkonstruksi dan dipertahankan secara kolektif melalui proses interaksi simbolik di ruang komentar #AIArt.
No other version available