Text
Fenomena Silent Treatment pada Efektivitas Komunikasi dalam Hubungan Interpersonal pada Pasangan di Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena silent treatment pada efektivitas komunikasi interpersonal pasangan menikah di Pekanbaru. Silent treatment merupakan perilaku diam yang dilakukan seseorang dengan mengurangi atau menghentikan komunikasi sebagai respons terhadap konflik, yang berpotensi menghambat proses komunikasi dalam hubungan pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang terdiri dari empat pasangan suami istri dengan lama pernikahan 1–10 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan pernah mengalami maupun melakukan silent treatment dalam hubungan pernikahan. Perilaku tersebut umumnya dipicu oleh kesalahpahaman, perbedaan pendapat, kekecewaan, kelelahan emosional, serta keinginan menghindari konflik yang lebih besar. Berdasarkan teori efektivitas komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito, ditemukan bahwa silent treatment memengaruhi lima aspek komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). Aspek yang paling dominan terdampak adalah keterbukaan karena pasangan cenderung menunda penyampaian perasaan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Meskipun sebagian besar informan tetap berupaya memulihkan hubungan melalui komunikasi kembali, silent treatment tetap menimbulkan perasaan diabaikan, kecewa, tidak nyaman, serta menghambat penyelesaian konflik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa silent treatment memberikan dampak negatif terhadap efektivitas komunikasi interpersonal pasangan menikah di Pekanbaru.
No other version available