Text
ANALISIS SEMIOTIKA terhadap PESAN MORAL dalam LIRIK LAGU PETUAH ORANG TUA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan moral dalam keseluruhan bait lirik lagu Petuah Orang Tua karya H. Ahmad Baqi yang dipopulerkan oleh El Surya dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretatif. Data utama penelitian berupa lirik lagu Petuah Orang Tua, sedangkan wawancara dan studi pustaka digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil interpretasi. Analisis dilakukan terhadap empat bait utama sebagai unit analisis melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Pada tingkat denotasi, penelitian mengidentifikasi makna literal dari keseluruhan bait. Pada tingkat konotasi, penelitian mengungkap makna yang berkaitan dengan nilai moral dan konteks sosial budaya. Sementara itu, tingkat mitos digunakan pada bait yang menunjukkan adanya pandangan atau nilai sosial-budaya yang dinaturalisasikan dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Petuah Orang Tua mengandung pesan moral tentang kerendahan hati, larangan menyombongkan diri, kesederhanaan, menjaga nama baik, serta memperbaiki perilaku. Bait pertama menekankan pentingnya memiliki ilmu dan tetap rendah hati. Bait kedua mengajarkan agar seseorang tidak membesar-besarkan pencapaian untuk memperoleh pengakuan. Bait ketiga menekankan sikap rendah hati meskipun memiliki kemampuan atau keberhasilan. Bait keempat mengajarkan pentingnya menjaga nama baik, menjauhi sifat meninggi diri, dan tidak berlebihan dalam menunjukkan kelebihan. Mitos tidak ditemukan sebagai konstruksi yang berdiri sendiri pada seluruh bait, melainkan hanya pada bagian yang menunjukkan pandangan sosial-budaya yang lebih luas. Secara keseluruhan, lagu Petuah Orang Tua merepresentasikan pesan moral dan nilai budaya Melayu yang menekankan pentingnya rendah hati, tidak sombong, menjaga nama baik, dan memperbaiki akhlak.
No other version available