Text
Komunikasi Terapeutik Pondok Pengobatan Alternatif Miftahussyifa di Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tahapan komunikasi terapeutik di Pondok Pengobatan Alternatif Miftahussyifa Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lima informan yang terdiri dari tiga praktisi dan dua pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik komunikasi terapeutik yang dominan diterapkan oleh praktisi meliputi keikhlasan (genuineness), empati (empathy), dan kehangatan (warmth). Keikhlasan terlihat dari pelayanan yang diberikan secara tulus tanpa mematok biaya, empati ditunjukkan melalui kemampuan memahami kondisi emosional pasien dan menyesuaikan penyampaian informasi, sedangkan kehangatan terlihat melalui sikap ramah, perhatian, serta kesediaan mendengarkan keluhan pasien. Komunikasi terapeutik berlangsung melalui empat tahapan, yaitu pra-interaksi, orientasi, tahap kerja, dan terminasi. Tahap pra-interaksi meliputi pendaftaran, doa bersama, pembagian nomor antrean, penempatan ruang terapi, serta pengarahan atau ceramah. Tahap orientasi dilakukan melalui komunikasi awal, penggalian keluhan, penjelasan prosedur, dan membangun rasa nyaman. Tahap kerja mencakup penjelasan konsep pengobatan, informasi terapi, motivasi, dukungan, dan upaya mengurangi kecemasan pasien. Tahap terminasi dilakukan dengan evaluasi perkembangan, penentuan jadwal terapi, arahan lanjutan, dan penutupan komunikasi.
No other version available