Text
Analisis Dampak Jalan Lingkar Luar Duri Terhadap Ekosistem Hutan Talang Kabupaten Bengkalis
Hutan Talang merupakan bagian tersisa dari kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja yang berfungsi sebagai habitat flora dan fauna serta jalur jelajah gajah di Kabupaten Bengkalis. Pembangunan Jalan Lingkar Luar Duri yang melintasi kawasan tersebut berpotensi menimbulkan fragmentasi lahan, kerusakan habitat, dan potensi konflik antara manusia dengan satwa liar. Penelitian ini menggunakan perspektif Kriminologi Hijau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan key informan dari BBKSDA, yayasan konservasi Rimba Satwa Foundation (RSF), dan masyarakat, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan tersebut menyebabkan perubahan tutupan lahan, berkurangnya vegetasi hutan, fragmentasi habitat satwa liar, terganggunya jalur jelajah gajah Sumatera, serta meningkatnya aktivitas manusia di kawasan konservasi. Dari sudut pandang Kriminologi Hijau, dampak tersebut dikategorikan sebagai kerusakan lingkungan (environmental harm) yang memunculkan persoalan keadilan ekologi (ecological justice) dan keadilan lingkungan (environmental justice). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan konservasi memerlukan perencanaan yang lebih komprehensif agar tujuan pembangunan selaras dengan upaya perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
No other version available