Text
Tekanan Sosial pada Buruh Pabrik yang Putus Hubungan Kerja: Studi Kasus di Desa Perawang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami secara mendalam mengenai tekanan sosial pada buruh pabrik yang putus hubungan kerja di Desa Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam bersama key informan (buruh ter-PHK) dan informan pendukung (keluarga, tokoh masyarakat, dan serikat pekerja), serta studi dokumentasi. Kerangka teoretis analisis dipandu oleh Teori Anomie dari Robert K. Merton guna melihat kesenjangan antara tujuan budaya (cultural goals) dan sarana institusional (institutionalized means) pasca-PHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh pabrik yang terkena PHK mengalami empat bentuk tekanan sosial utama, yaitu tekanan ekonomi akibat hilangnya pendapatan tetap, tekanan psikologis berupa kecemasan dan stres, tekanan stigma sosial dari lingkungan masyarakat, serta penurunan harga diri dan interaksi sosial. Dalam merespons tekanan tersebut, pola penyesuaian diri buruh didominasi oleh bentuk adaptasi konformitas (conformity), di mana mereka tetap berupaya memenuhi kebutuhan keluarga melalui jalur yang sah seperti mencari pekerjaan baru atau mengikuti pelatihan keterampilan. Selain itu, ditemukan pula bentuk adaptasi inovasi (innovation) melalui pembentukan usaha mandiri/UMKM, serta penarikan diri (retreatism) yang bersifat sementara akibat rasa malu dan canggung di tengah masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran sinergis dari pemerintah, perusahaan, dan lingkungan sosial sangat diperlukan guna menyediakan program pelatihan keterampilan, akses permodalan, serta menghilangkan stigma negatif terhadap buruh yang terdampak PHK.
No other version available