Text
Komunikasi Interpersonal Pasangan Suami Istri Double Income, No Kids Dalam Persiapan Memiliki Anak Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus Remaja Usia 18-28 Tahun Yang Sudah Menikah)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal pasangan suami istri double income no kids (DINK) dalam mempersiapkan memiliki anak di Kota Pekanbaru. Fenomena pasangan suami istri yang sama-sama bekerja menimbulkan dinamika tersendiri dalam pengambilan keputusan keluarga, khususnya terkait perencanaan memiliki anak yang dipengaruhi oleh kesiapan karier, kondisi finansial, kesiapan mental, serta pembagian waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dua pasangan suami istri double income no kids yang berada pada rentang usia 18–28 tahun dan berdomisili di Kota Pekanbaru. Analisis data dilakukan berdasarkan teori komunikasi interpersonal yang meliputi aspek keterbukaan (openness), empati (empathy), serta dukungan dan kesetaraan (supportiveness and equality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pasangan suami istri double income berlangsung secara terbuka, timbal balik, dan konstruktif. Keterbukaan terlihat dari kemampuan pasangan dalam menyampaikan keinginan, kekhawatiran, serta pertimbangan terkait kesiapan memiliki anak. Empati ditunjukkan melalui kemampuan pasangan dalam memahami kondisi, tekanan pekerjaan, serta kesiapan masing-masing. Sementara itu, dukungan dan kesetaraan terlihat dari adanya sikap saling mendukung, menghargai pendapat pasangan, serta pengambilan keputusan yang dilakukan secara bersama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berperan penting dalam membantu pasangan suami istri double income mencapai kesepahaman dan kesiapan bersama dalam merencanakan kehadiran anak.
No other version available