Text
Strategi Rudenim Dalam Menjaga Ketertiban Deteni (Studi Pada Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru Tahun 2024)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi pencegahan situasional diterapkan oleh Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru dalam menjaga ketertiban deteni serta meminimalkan potensi konflik yang dapat terjadi. Penelitian ini berangkat dari kondisi di mana deteni berada dalam situasi yang cukup rentan, seperti adanya tekanan psikologis akibat ketidakpastian masa penempatan, keterbatasan aktivitas, serta perbedaan latar belakang yang dapat memengaruhi interaksi antar deteni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang dilakukan kepada pihak rudenim, yaitu kepala rudenim, kepala seksi keamanan dan ketertiban, kepala seksi kesehatan dan perawatan, serta deteni. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan konsep Situational Crime Prevention yang dikembangkan oleh Ronald V. Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya menjaga ketertiban tidak hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga melalui pengelolaan kondisi deteni dan lingkungan detensi. Hal ini terlihat dari adanya pengaturan aktivitas, pengawasan yang dilakukan secara rutin, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penerapan aturan yang jelas. Di sisi lain, upaya dalam mengelola kondisi psikologis deteni juga menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya konflik. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa strategi pencegahan situasional telah diterapkan dalam menjaga ketertiban deteni di Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan, seperti tekanan psikologis deteni dan kondisi lingkungan yang terbatas, yang dapat memengaruhi stabilitas ketertiban.
No other version available