Text
Komunikasi Interpersonal Guru dalam Menghadapi Hambatan Belajar Siswa Tunagrahita di SLB Negeri Pembina Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai hambatan yang dihadapi siswa tunagrahita dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga guru memerlukan bentuk komunikasi interpersonal yang mampu menyesuaikan pesan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita serta proses komunikasi interpersonal guru dalam menghadapi hambatan belajar siswa tunagrahita di SLB Negeri Pembina Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru sebagai informan, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan Model Komunikasi Transaksional Dean C. Barnlund melalui lima aspek, yaitu Public Cues, Private Cues, Behavioral Cues, Feedback, dan Meaning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam proses pembelajaran siswa tunagrahita meliputi hambatan kemampuan memahami belajar, hambatan konsentrasi belajar, hambatan komunikasi verbal, hambatan pengendalian emosi, dan hambatan perbedaan kemampuan antar siswa. Hambatan tersebut memiliki karakteristik dan tingkat yang berbeda sehingga guru perlu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa. Proses komunikasi interpersonal guru dilakukan melalui penggunaan bahasa yang sederhana dan komunikasi nonverbal sebagai pendukung. Penggunaan bahasa sederhana dilakukan melalui pengulangan materi, pemberian contoh, penggunaan analogi yang berbeda, pengecekan pemahaman, serta penjelasan secara individual. Sementara itu, komunikasi nonverbal dilakukan melalui penggunaan gambar, benda nyata, gerakan, demonstrasi, ekspresi wajah, dan kontak mata untuk memperjelas pesan yang disampaikan kepada siswa. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa guru secara aktif menyesuaikan strategi komunikasi berdasarkan respons dan kondisi siswa selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan Model Komunikasi Transaksional Barnlund, proses komunikasi berlangsung secara dinamis dan berkelanjutan karena guru mengamati kondisi serta respons siswa, kemudian menyesuaikan pesan dan tindakan komunikasi untuk mencapai pemahaman bersama serta mendukung keberhasilan proses pembelajaran.
No other version available