Text
MAKNA HIDUP PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI KETURUNAN
Kondisi belum memiliki keturunan dapat menimbulkan berbagai perasaan dan tekanan bagi pasangan, terutama ketika keinginan memiliki anak belum terpenuhi. Namun, kondisi tersebut tidak selalu menyebabkan pasangan kehilangan makna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makna hidup pada pasangan yang belum memiliki keturunan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga pasangan atau enam informan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada enam komponen makna hidup Bastaman, yaitu pemahaman diri, makna hidup, pengubahan sikap, keikatan diri, kegiatan terarah, dan dukungan sosial, serta empat sumber makna, yaitu nilai kreatif, nilai penghayatan, nilai bersikap, dan nilai pengharapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan mengalami kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran terhadap masa depan, dan tekanan sosial. Meskipun demikian, pasangan tetap menemukan makna hidup melalui hubungan dengan pasangan dan keluarga, pekerjaan, aktivitas sehari-hari, kehidupan spiritual, serta harapan memiliki keturunan. Dengan demikian, makna hidup tidak hanya ditentukan oleh kehadiran anak, tetapi juga oleh kemampuan pasangan dalam memahami, menerima, dan memaknai pengalaman kehidupannya.
No other version available