Text
Perbedaan Penilaian Orang Tua dan Guru Mengenai Regulasi Emosi Pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) Berdasarkan Emotion Regulation Checklist (ERC)
Penilaian regulasi emosi pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) memerlukan informasi dari lebih dari satu informan karena perilaku emosional anak dapat bervariasi sesuai dengan konteks lingkungan tempat anak berinteraksi. Perbedaan konteks tersebut memungkinkan munculnya perbedaan penilaian antara orang tua dan guru terhadap regulasi emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penilaian orang tua dan guru mengenai regulasi emosi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berdasarkan Emotion Regulation Checklist (ERC). Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan paired design. Partisipan penelitian berjumlah 58 pasangan orang tua dan guru yang memberikan penilaian terhadap anak dengan ASD berusia 6–12 tahun di SLB swasta Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emotion Regulation Checklist (ERC) yang terdiri atas dua dimensi, yaitu Emotion Regulation (ER) dan Lability/Negativity (LN). Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Samples t-Test setelah asumsi normalitas terhadap selisih skor terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penilaian orang tua dan guru pada dimensi Emotion Regulation (ER). Diketahui bahwa nilai t sebesar 1,771 dengan nilai signifikansi sebesar 0,082 (p > 0,05). Sebaliknya, terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi Lability/Negativity (LN). Diketahui bahwa nilai t sebesar -2,441 dengan nilai signifikansi sebesar 0,018 (p < 0,05), dengan guru memberikan penilaian yang lebih tinggi dibandingkan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi yang bersifat adaptif cenderung dinilai serupa oleh kedua informan, sedangkan perilaku yang berkaitan dengan ketidakstabilan emosi lebih dipengaruhi oleh konteks lingkungan tempat anak berinteraksi. Oleh karena itu, informasi dari orang tua dan guru perlu dipertimbangkan secara bersama dalam proses asesmen maupun penyusunan strategi pendampingan dan intervensi agar sesuai dengan kebutuhan emosional anak dengan ASD.
No other version available