Text
Analisis Pengaruh Konsentrasi, Suhu, Salinitas, Dan Ph Terhadap Demulsifikasi Water In Oil Emulsion Menggunakan Demulsifier Berbasis Minyak Kelapa Sawit
Pembentukan emulsi merupakan hal yang tidak dapat dihindari selama proses produksi crude oil dan emulsi w/o merupakan jenis emulsi yang paling umum dijumpai. Salah satu pengaruh negatif dari terbentuknya emulsi w/o ialah akan menyebabkan menurunnya kualitas dari crude oil dan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan ini ialah dengan menggunakan metode kimia dengan cara menginjeksikan demulsifier. Pada penelitian ini demulsifier diformulasikan dengan menggunakan bahan alam berupa minyak kelapa sawit (CPO) yang diproduksi menggunakan metode saponifikasi dan agar mengetahui seberapa efektif demulsifier minyak kelapa sawit (DCP) bekerja, demulsifier komersil digunakan sebagai pembanding. Serta pengujian demulsifier dilakukan dengan metode bottle test pada konsentrasi injeksi demulsifier sebesar 1,96%v/v, 2,91%v/v, dan 3,84%v/v pada suhu pengujian 45 o o C, 50 o C, dan 60 C. Penelitian ini juga melakukan investigasi terhadap pengaruh salinitas dan pH terhadap proses demulsifikasi emulsi w/o dengan menggunakan demulsifier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses demulsifikasi emulsi w/o semakin cepat dengan meningkatnya konsentrasi injeksi demulsifier dan suhu pengujian serta perubahan nilai salinitas dan pH emulsi akan mempengaruhi proses demulsifikasi dan penambahan xylene dan toluene sebesar 0,4%v/v tidak memberikan proses demulsifikasi emulsi w/o yang lebih baik jika dibandingkan dengan DCP dan demulsifier komersil. Pada penelitian ini kondisi terbaik dalam penggunaan DCP berada pada kondisi suhu pengujian 60 o C dengan konsentrasi injeksi demulsifier sebesar 3,84%v/v pada salinitas emulsi w/o sebesar 1000 ppm dengan kondisi pH air terpisah sebesar 8,26 yang mampu menghasilkan volume air terpisah dari emulsi w/o sebesar 98%.
No other version available