Text
FENOMENA BABY BLUES SEBAGAI FAKTOR PEMICU PERILAKU SELF-HARM DAN KEKERASAN PADA ANAK DI KOTA PEKANBARU (STUDI KASUS UPT PPA PROV. RIAU TAHUN 2025)
Penelitian ini membahas fenomena baby blues sebagai faktor pemicu perilaku self-harm dan kekerasan pada anak di Kota Pekanbaru. Permasalahan penelitian berangkat dari masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kondisi baby blues yang sering dianggap sebagai gangguan emosional ringan pascamelahirkan, padahal kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena baby blues pada ibu pascamelahirkan dapat memengaruhi munculnya perilaku self-harm dan kekerasan terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di UPT PPA Provinsi Riau melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang berkaitan dengan penanganan kasus perempuan dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormonal, kelelahan fisik, tekanan psikologis, minimnya dukungan keluarga, serta kondisi sosial ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi terjadinya baby blues. Kondisi tersebut menyebabkan ibu mengalami ketidakstabilan emosi, stres, dan hilangnya kontrol diri yang dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri maupun kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan layanan kesehatan mental bagi ibu pascamelahirkan.
No other version available