Text
Dampak Kriminologis Pembangunan Industri Perkebunan HTI Bagi Masyarakat Tempatan di Kecamatan Pelalawan (Studi Kasus Kelurahan Pelalawan)
ABSTRAK Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kecamatan Pelalawan merupakan bagian dari kebijakan pembangunan sektor kehutanan yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan bahan baku industri. Namun, di balik manfaat ekonomi tersebut, pembangunan HTI juga menimbulkan berbagai dampak sosial, lingkungan, dan kriminologis yang memengaruhi kehidupan masyarakat tempatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kriminologis pembangunan HTI terhadap masyarakat tempatan di Kelurahan Pelalawan dengan menggunakan perspektif Green Criminology. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, masyarakat tempatan, pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, serta Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan HTI telah mengubah struktur kehidupan masyarakat secara signifikan. Dampak yang ditimbulkan meliputi hilangnya akses masyarakat terhadap hutan dan sumber penghidupan, perubahan pola mata pencaharian, menurunnya kualitas lingkungan, memudarnya nilai-nilai sosial budaya, serta meningkatnya konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan. Penelitian ini juga menemukan adanya indikasi persoalan kriminologis berupa ketimpangan penguasaan sumber daya alam, belum terpenuhinya hak masyarakat atas tanaman kehidupan, serta dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat yang mempertahankan ruang hidupnya. Dalam perspektif Green Criminology, kondisi tersebut mencerminkan adanya environmental harm, green victimization, environmental injustice, dan karakteristik state-corporate crime yang muncul akibat relasi antara negara dan korporasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan HTI tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menimbulkan dampak kriminologis yang bersifat struktural terhadap masyarakat tempatan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola HTI yang lebih transparan, partisipatif, berkeadilan, serta berorientasi pada perlindungan lingkungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
No other version available