Text
Analisis Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan dalam Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Di Indonesia : Studikasus Platform Line Webtoon periode 2019-2024.
Penelitian ini menganalisis mekanisme dan dampak kerja sama Indonesia-Korea Selatan dalam penguatan sektor ekonomi kreatif digital di Indonesia melalui studi kasus platform LINE Webtoon pada periode 2019-2024. Ekonomi kreatif digital, khususnya subsektor komik digital atau webtoon, tumbuh pesat seiring transformasi digital global, dan Korea Selatan sebagai pelopor industri ini melalui platform LINE Webtoon (NAVER Corporation) memiliki peran besar dalam ekosistem kreatif Indonesia. Namun, di balik narasi optimistis kerja sama tersebut, terdapat indikasi asimetri manfaat, terutama menurunnya proporsi konten lokal Indonesia pada jalur resmi platform. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder (dokumen, laporan resmi, dan jurnal ilmiah) serta data primer dari wawancara semi-terstruktur terhadap kreator webtoon Indonesia, dianalisis menggunakan kerangka liberalisme, soft power, dan ekonomi platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama berlangsung melalui tiga lapisan: kelembagaan (MoU BEKRAF-Korea Selatan 2016 dan IK-CEPA), program operasional (Webtoon Challenge/Canvas, Webtoon Contest, dan sistem monetisasi), serta kemitraan strategis (pendirian KY Academy hasil kolaborasi Kisai Entertainment dan YLAB Academy pada 2024). Dampaknya bersifat nyata namun tidak merata: kerja sama ini mendemokratisasi akses publikasi karya, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme kreator, serta membuka peluang ekonomi baru, tetapi proporsi konten lokal resmi justru menurun sejak 2022 sehingga menimbulkan ketergantungan struktural Indonesia terhadap satu platform asing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama tersebut bersifat asimetris namun produktif dan sedang bertransformasi menuju posisi yang lebih setara bagi Indonesia.
No other version available