Text
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT BIDANG PEMBANGUNAN (Studi di Desa Pematang Manggis Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan Kepala Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Desa Pematang Manggis, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa, yang ditunjukkan oleh hanya sekitar 40% warga yang terlibat secara aktif, serta masih terdapat sejumlah proyek pembangunan yang belum terealisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, kepala dusun, ketua pemuda, dan masyarakat Desa Pematang Manggis. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator peran kepemimpinan dalam penelitian ini mencakup tiga dimensi, yaitu motivator, fasilitator, dan mobilisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Desa Pematang Manggis telah menjalankan ketiga peran tersebut, tetapi hasilnya belum optimal. Sebagai motivator, Kepala Desa telah memberikan dorongan dan semangat kepada masyarakat melalui penyampaian informasi dan penjelasan secara langsung, meskipun sebagian warga masih merasa kurang mendapatkan penghargaan atas keterlibatan mereka. Sebagai fasilitator, Kepala Desa telah berupaya mendorong keterlibatan masyarakat melalui musyawarah desa, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya dan keterlambatan dalam penyampaian informasi. Sebagai mobilisator, Kepala Desa telah berhasil menggerakkan sebagian besar masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan, meskipun masih terdapat kelompok masyarakat yang merasa kurang dilibatkan dalam tahap perencanaan. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, ketimpangan tingkat keterlibatan masyarakat, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembangunan, kurang meratanya komunikasi, perbedaan prioritas antara masyarakat dan pemerintah desa, serta rendahnya partisipasi pemuda. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan upaya peningkatan komunikasi, pemerataan informasi, pelibatan masyarakat secara lebih inklusif, serta strategi khusus untuk meningkatkan partisipasi pemuda agar peran kepemimpinan Kepala Desa dalam mendorong pembangunan desa dapat berjalan secara lebih optimal.
No other version available