Text
Peranan dinas sosial dalam pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia terlantar di kota pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Dinas Sosial dalam pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia terlantar di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan analisis peran mengacu pada teori Soerjono Soekanto (2013) yang meliputi Peran sebagai Norma (Role), Peran sebagai Perilaku Individu (Personal Role), dan Peran sebagai Struktur (Role as Position/Structure). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Pekanbaru telah menjalankan perannya melalui penyediaan bantuan kebutuhan dasar, rehabilitasi sosial, fasilitasi akses pelayanan kesehatan, pendampingan sosial, serta koordinasi dengan panti sosial dan instansi terkait. Namun, implementasi peran tersebut belum sepenuhnya optimal. Pada dimensi peran sebagai norma, pelaksanaan program telah mengacu pada regulasi kesejahteraan sosial, tetapi belum seluruh standar pelayanan dapat diwujudkan secara konsisten. Pada dimensi peran sebagai perilaku individu, petugas menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada lanjut usia, meskipun intensitas pelayanan masih dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah tenaga pendamping. Sementara itu, pada dimensi peran sebagai struktur, koordinasi lintas sektor telah dilaksanakan, tetapi belum menghasilkan sistem pelayanan yang terintegrasi sehingga masih ditemukan lanjut usia terlantar yang belum terdata, belum memperoleh bantuan secara berkelanjutan, serta mengalami keterbatasan akses terhadap layanan sosial dan kesehatan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, akurasi basis data, sarana dan prasarana, serta koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis peranan Dinas Sosial melalui tiga dimensi peran Soerjono Soekanto yang diintegrasikan dengan pemenuhan kebutuhan dasar lanjut usia terlantar, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara aspek normatif, perilaku pelaksana, dan struktur kelembagaan dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial di tingkat pemerintah daerah.
No other version available