Text
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, DAN PERLINDUNGAN ANAK PROVINSI RIAU
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Provinsi Riau. Permasalahan yang dihadapi meliputi belum meratanya pelaksanaan program di setiap kabupaten/kota, rendahnya pemahaman aparatur terhadap Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan serta Penganggaran Responsif Gender (PPRG), keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta belum optimalnya penyediaan dan pemanfaatan data terpilah gender sebagai dasar penyusunan kebijakan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. data yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Evaluasi Program William N. Dunn yang terdiri atas enam indikator, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan sebagai dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Provinsi Riau secara umum telah berjalan cukup baik. Program mampu memperkuat kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG), meningkatkan kapasitas aparatur melalui sosialisasi dan pelatihan, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta meningkatkan pelayanan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai hambatan, yaitu keterbatasan anggaran, belum meratanya kapasitas sumber daya manusia antar OPD, lemahnya koordinasi lintas sektor, rendahnya pemahaman terhadap PPRG, serta belum optimalnya penyediaan dan pemanfaatan data terpilah gender. Kondisi tersebut menyebabkan pencapaian program belum maksimal sehingga diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan komitmen seluruh OPD agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
No other version available