Text
PEMANFAATAN FOSIL KAYU SEBAGAI PENGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL AC-WC
Material yang sering digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran perkerasan lentur adalah batu pecah. Namun, saat ini harga batu pecah tersebut relatif mahal dan persediaannya terbatas. Karena itu, peneliti mencoba menggunakan jenis agregat kasar lainnya, yaitu fosil kayu sebagai pengganti agregat kasar. Penelitian ini menggunakan metode pengujian Marshall yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018, Revisi 2. Variasi persentase pemanfaatan fosil kayu yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap berat total kerikil. Pada Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 4.9%. Nilai VIM berada pada rentang 3,83%–4,85%, VMA 15,103%–16,001%, VFA 69,682%–74,613%, Stabilitas 1466,21–2114,82 kg, dan Marshall Quotient 480,6–709,3 kg/mm, sehingga seluruh parameter tersebut memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 untuk campuran AC-WC. Sementara itu, nilai Flow berada pada rentang 2,57–4,40 mm, di mana variasi penggunaan fosil kayu hingga 75% masih memenuhi persyaratan spesifikasi, sedangkan pada variasi 100% nilai flow melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan fosil kayu sebagai substitusi agregat kasar pada campuran AC-WC direkomendasikan hingga 75%, karena pada variasi tersebut seluruh parameter Marshall masih memenuhi spesifikasi yang berlaku.
No other version available