Text
efektivitas pengelolaan badan usaha milik desa di desa kumain, kecamatan tandun, kabupaten rokanhulu
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA KUMAIN KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKANHULU ABSTRAK BUNGA DEWI PRESTIANI Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lestari di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. BUMDes Lestari resmi berdiri pada tanggal 28 April 2015 berdasarkan Peraturan Desa Kumain Nomor 02 Tahun 2015 dan hingga saat ini mengelola enam unit usaha, yaitu simpan pinjam, pembiayaan, toko bangunan, distribusi gas LPG, dan toserba. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pengelolaan BUMDes Kumain dalam mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta faktor-faktor penghambat yang memengaruhi efektivitas pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas direktur BUMDes, kepala unit usaha, ketua BPD, sekretaris desa, dan dua orang masyarakat Desa Kumain. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes Kumain secara keseluruhan sudah berjalan efektif, ditinjau dari tiga indikator efektivitas organisasi menurut teori Steers. Indikator pencapaian tujuan dinilai efektif, terbukti dari kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar 20 persen dari keuntungan setiap tahunnya. Indikator integrasi juga dinilai efektif karena seluruh pengelola memiliki visi yang sama dalam memajukan perekonomian desa. Namun, indikator adaptasi dinilai kurang efektif, yang terlihat dari berhentinya unit usaha depot air galon akibat tidak dilakukannya pemetaan kebutuhan masyarakat terlebih dahulu sebelum pendirian unit usaha tersebut. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan gedung operasional, kurangnya sumber daya manusia di bagian operasional distribusi barang, serta lemahnya kemampuan adaptasi dalam memetakan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar BUMDes menambah fasilitas gedung, merekrut tenaga operasional, mengembangkan unit usaha baru yang sesuai kebutuhan masyarakat seperti pengelolaan bibit ikan, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat desa.
No other version available