Text
E-GOVERNMET SUSTAINABILLITY
Keberlanjutan (e-government sustainability) pada layanan digital di Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Perkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintah untuk mengimplementasikan pelayanan publik berbasis digital guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah mengembangkan berbagai inovasi layanan digital, seperti Sistem Pelayanan Kejaksaan (SIPEKA) dan aplikasi ESAPDA, sebagai upaya mendukung transformasi pelayanan publik berbasis elektronik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap layanan digital, gangguan teknis pada sistem, serta perlunya peningkatan sosialisasi agar pemanfaatan layanan dapat lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pegawai Kejaksaan Negeri Pekanbaru sebagai penyelenggara layanan dan masyarakat sebagai pengguna layanan digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori E-Government Sustainability dari Joshi dan Islam (2018) yang terdiri atas lima dimensi, yaitu Detailed Process, Streamlined Services, Agile Accessibility, State of the Art Technology, serta Trust and Awareness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government sustainability pada layanan digital Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah berjalan dengan cukup baik. Dimensi Detailed Process menunjukkan bahwa prosedur pelayanan telah memiliki alur yang jelas dan didukung dengan standar operasional yang memudahkan masyarakat. Pada dimensi Streamlined Services, digitalisasi berhasil menyederhanakan proses pelayanan sehingga lebih cepat dan efisien dibandingkan pelayanan secara manual. Dimensi Agile Accessibility menunjukkan bahwa layanan dapat diakses secara fleksibel, meskipun masih terdapat kendala berupa jaringan internet dan kemampuan literasi digital sebagian masyarakat. Pada dimensi State of the Art Technology, sistem layanan telah memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan, namun masih diperlukan peningkatan stabilitas sistem dan pemeliharaan secara berkala. Sementara itu, dimensi Trust and Awareness menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital cukup baik, tetapi masih diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar pemanfaatan layanan digital semakin optimal.
No other version available