Text
Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Pada Program Keluarga Harapan (PKH) Oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pengelolaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan dalam pengelolaan data, seperti ketidaktepatan sasaran penerima bantuan, data yang belum mutakhir, data ganda dan data tidak valid, serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran data. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden penelitian merupakan pegawai dan petugas yang terlibat dalam pengelolaan DTSEN pada Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori manajemen George R. Terry melalui fungsi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) sebagai indikator pengelolaan DTSEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DTSEN pada Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru berada pada kategori baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh keempat fungsi manajemen, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, yang masing-masing berada pada kategori baik. Planning telah didukung oleh perencanaan, tujuan, prosedur, dan jadwal pemutakhiran data yang jelas; Organizing ditunjukkan melalui pembagian tugas, koordinasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi; Actuating dilaksanakan melalui kegiatan verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data; sedangkan Controlling dilakukan melalui monitoring, evaluasi, verifikasi, dan validasi secara berkala. Meskipun secara keseluruhan berada pada kategori baik, penelitian masih menemukan beberapa hambatan, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dinamis, keterlambatan pelaporan perubahan data, kebutuhan peningkatan koordinasi dan sinkronisasi antarinstansi, serta kendala teknis dalam sistem informasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi teknologi informasi, percepatan pemutakhiran dan sinkronisasi data, serta peningkatan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas DTSEN sehingga penyaluran PKH dapat semakin akurat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
No other version available