Text
ANALISIS SISTEM DRAINASE PADA RUAS JALAN MAHARAJA INDRA KECAMATAN PANGKALAN KERINCI UNTUK PENGENDALIAN BANJIR
Ruas Jalan Maharaja Indra di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau merupakan jalan arteri sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Ruas jalan ini sering tergenang saat hujan deras sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase eksisting sudah tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit banjir rencana, mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting, serta merekomendasikan penanganan untuk pengendalian banjir. Data yang digunakan adalah curah hujan harian maksimum selama 10 tahun (2016–2025). Curah hujan rencana dianalisis menggunakan Distribusi Log Pearson III yang terpilih berdasarkan uji Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov. Debit banjir rencana kala ulang 5 tahun dihitung dengan Metode Rasional Modifikasi pada 14 ruas saluran (A1–A8 dan B1–B8), sedangkan kapasitas saluran eksisting dihitung dengan persamaan Manning. Kedua nilai tersebut kemudian dibandingkan untuk menilai kecukupan kapasitas saluran. Hasil analisis memperoleh curah hujan rencana kala ulang 5 tahun sebesar 125,9359 mm dengan total debit banjir rencana 22,8533 m³/detik, sedangkan total kapasitas saluran eksisting mencapai 37,43124 m³/detik. Seluruh 14 ruas saluran (A1–A8 dan B1–B8) dinyatakan aman karena kapasitas saluran lebih besar daripada debit rencana, sehingga secara hidraulika tidak diperlukan pelebaran maupun perubahan dimensi saluran. Meskipun demikian, banjir tetap terjadi di beberapa titik, seperti di depan Grand Hotel Pangkalan Kerinci dan ruas A1–A2, akibat berkurangnya luas penampang efektif oleh sedimentasi dan penumpukan sampah. Penanganan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan rutin berupa pengerukan sedimen, pembersihan sampah dan vegetasi, pembersihan inlet, outlet, serta gorong-gorong, dan inspeksi berkala, sedangkan normalisasi saluran dijadikan alternatif jangka panjang apabila pemeliharaan belum mampu mengatasi banjir.
No other version available