Text
PENGARUH ABU AMPAS TEBU DAN KAPUR TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH GAMBUT
Stabilisasi tanah adalah proses untuk memperbaiki tanah dasar dengan menambahkan material lain atau secara mekanis untuk memenuhi persyaratan kekuatan dan durability tanah untuk pekerjaan jalan, (PUPR, 2010). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah asli, nilai kepadatan tanah setelah distabilisasi, nilai UCS tanah setelah distabilisasi, dan pengaruh rendaman terhadap nilai UCS setelah distabilisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dalam hal ini adalah dengan melakukan pengujian laboratorium. Metode pengujian ini adalah dengan pengujian Proctor Standar dan pengujian UCS. Stabilisasi Tanah menggunakan bahan tambah abu ampas tebu dan kapur. Komposisi yang dilakukan adalah tanah asli ditambah abu ampas tebu 10%, 20%, 30% dan kapur 10%, 20%, 30%. nilai UCS tertinggi dari variasi abu ampas tebu dan kapur diamnil nilai optimum. Kemudian nilai UCS tertinggi terhadap pencampuran abu ampas tebu optimum dan kapur optimum dilakukan uji UCS dalam keadaan soaked. Hasil pengujian sifat fisik tanah berupa kadar air sebesar 286,658%, berat jenis sebesar 1.444, analisa saringan tertahan No.200 sebesar 97,2 %, kadar serat sebesar 73,4%, serta masuk kedalam simbol PT pada identifikasi secara visual (ASTM D2488). Nilai kepadatan tanah asli Kecamatan Kampar Timur berdasarkan uji Proctor Standar sebesar 4,88 kN/m³. Nilai UCS tanah asli kondisi unsoaked adalah sebesar 157,946 kN/m². Nilai UCS keadaan unsoaked diperoleh nilai tertinggi sebesar 237,522 kN/m² pada tanah ditambah abu ampas tebu 30%. Nilai UCS dalam keadaan unsoaked diperoleh nilai tertinggi sebesar 353,158 kN/m² pada tanah ditambah kapur 30%. Nilai UCS tertinggi pada tanah campuran abu ampas tebu 30% dan kapur 30% pada umur 1 hari sebesar 178,6 5 kN/m². Kata kunci : Stabilisasi Tanah, Kuat Tekan Bebas, Abu Ampas Tebu Dan Kapur
No other version available