Text
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PENYEBAB WASTE MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI PEKANBARU
Pembangunan gedung yang pesat di Kota Pekanbaru meningkatkan potensi waste material, yang tidak hanya menambah biaya proyek tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian terdahulu menunjukkan proporsi aktivitas proyek berpotensi menimbulkan waste sebesar 55–65%, sehingga pemahaman mengenai jenis dan faktor penyebabnya menjadi penting. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis waste material yang paling berpotensi timbul serta mengkaji faktor-faktor dominan penyebabnya pada proyek pembangunan gedung di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survey melalui kuesioner kepada 21 responden pada 5 proyek gedung di Universitas Riau, menggunakan Skala Likert 1–5. Data diolah dengan IBM SPSS Statistics versi 27 melalui uji validitas (Corrected Item-Total Correlation), uji reliabilitas (Cronbach's Alpha), dan uji korelasi Spearman Rank, yang hasilnya digunakan untuk menyusun Fishbone Diagram guna mengidentifikasi faktor utama penyebab waste. Hasil penelitian menunjukkan dari 29 jenis material, 9 material berkategori potensi waste sedang, 18 rendah, dan 2 sangat rendah, dengan keramik sebagai material berpotensi waste tertinggi (skor 67). Variabel metode menjadi faktor paling dominan (average score 0,324), diikuti manpower (0,313), dengan indikator utama berupa kurangnya pengalaman kerja, pengukuran lapangan tidak akurat, kesalahan pemasok, perencanaan/penjadwalan buruk, penggunaan material salah, dan metode konstruksi tidak tepat. Temuan ini menegaskan perlunya perbaikan metode kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk meminimalkan waste material.
No other version available