Text
MITIGASI RISIKO KETERLAMBATAN PROYEK BERBASIS FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (Studi Kasus Penggantian Jembatan Bone CS)
Pembangunan infrastruktur jembatan yang vital seringkali dihadapkan pada kompleksitas teknis dan dinamika lapangan yang tinggi, seperti yang terjadi pada proyek duplikasi Paket Penggantian Jembatan Bone CS (Jembatan Sei Poro, Sei Belanti, dan Sei Bone) di jalur padat Pekanbaru–Bangkinang. Kondisi tersebut menempatkan proyek ini pada risiko keterlambatan (delay) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko keterlambatan, menganalisis risiko dominan menggunakan instrumen evaluasi yang objektif, serta merumuskan rekomendasi rencana aksi mitigasi yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai risiko berdasarkan tiga parameter utama: severity (keparahan), occurrence (frekuensi), dan detection (kemudahan deteksi). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 11 responden yang merupakan pihak pelaksana di lapangan. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi sebanyak 30 potensi risiko yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek. Berdasarkan analisis nilai Risk Priority Number (RPN) dan penerapan prinsip Pareto, ditetapkan 5 risiko prioritas utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap keterlambatan. Faktor dominan yang memengaruhi risiko kritis tersebut meliputi keterlambatan pengadaan material utama, keterbatasan koordinasi antarpihak, kesiapan sumber daya manusia, serta kondisi fisik pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebagai langkah penyelesaian, penelitian ini menghasilkan rekomendasi mitigasi strategis, seperti peningkatan koordinasi lintas pihak, perbaikan manajemen pengadaan material, pengaturan lalu lintas di sekitar proyek, perlindungan area kerja, serta penyesuaian metode kerja terhadap kondisi lapangan yang dinamis. Penelitian ini membuktikan bahwa metode FMEA efektif membantu manajemen proyek dalam memetakan dan menentukan prioritas penanganan risiko secara sistematis demi meminimalkan keterlambatan proyek.
No other version available